Sitemap
Versi cetak
Terakhir Update:
April 28. 2012 02:01:17

OPT P.Batang

REKOMENDASI PENGENDALIAN OPT PENGGEREK BATANG (Scirpophaga incertulas)

Fase Pra Tanam :

  1. Sanitasi lingkungan.
  2. Pembabatan sisa panen (singgang) serendah mungkin yang diikuti dengan pengenangan.
  3. Pengolahan tanah pertama dipercepat.
  4. Pengolahan tanah dahulu sampai selesai baru tebar benih
  5. Dipertimbangan menyediakan tempat berlindung bagi predator (laba2),maupun sumber madu,       bagi parasitoud (Musuh alami)
  6. Lakukan penundaan waktu tebar benih,yang paling tidak  10 hari setelah puncak penerbanganngengat PBP atau setelah pengolahan tanah dilahan  bekas serangan telah selesai.

        Fase Pesemaian :

  • Pengelompokan persemaian.
  • Pengamatan berkala (mingguan)
  • Pengumpulan kelompok telur dipersemaian.untuk selanjutnya diinkubasikan agar parasitoid yang muncul dapat dilepas kembali
  • Penangkapan ngengat dengan lampu perangkap (lampu petromak / lampu lain yang dikombinasikan dengan pemasangan bak berisi air yang dicampur minyak tanah dengan perbandingan 40 air : 1 minyak).
  • Pada daearah kronis endemis pemberian insektisida karbofuran apabila ditemukan gejala serangan.
  • Bibit yang menunjukan gejala serangan segera dimusnahkan dengan jalan dibenamkan dalam tanah.
  • Memanfaatkan semaksimal mungkin teknologi pengendalian yang bersifat spesipik lokasi yang dihasilkan setempat dan dapat diterima petani (penggunaan Agens Hayati).
  • Hindari penggunnaan pestisida yang tidak diperlukan untuk menjaga tetap berkembangnya musuh alami dipertanaman
  • Hindari penggunaan bibit dari daerah yang sedang terjadi serangan OPT atau merupakan sumber OPT
  • Pengumpulan kelompok telur dilakukan setelah terjadi penerbangan  ngengat, dengan selang waktu paling lambat 4 hari sekali.sehingga telur belum sempat menetas
  • Pengumpulan kelompok telur dipersemaian dan penangkapan ngengat dengan lampu perangkap.
  • Pemberian insektisida karbofuran apabila ditemui gejala sundep cukup mengkwatirkan.
  • Memusnakan tanaman yang menunjukan gejala sundep.


Tanaman Muda


Fase Vegetatif (tanaman muda s/d anakan maksimum/ 1 - 40 Hari Setelah Tanam):Tanam serempak meliputi areal  satu hamparan. (paling tidak satu wilayah kelompok tani)

  • Pemberian insektisida apabila ditemui gejala sundep yang cukup menghawatirkan.
  • Memusnahkan  tanaman yang menunjukan gejala sundep.
  • Memanfaatkan semaksimal mungkin teknologi pengendalian yang bersifat spesipik lokasi yang dihasilkan setempat dan dapat diterima petani (penggunaan Agens Hayati) ( pelepasan parasitoid Trichogramma sp )
  • Penangkapan ngengat dengan lampu perangkap (lampu petromak / lampu lain yang dikombinasikan dengan pemasangan bak berisi air yang dicampur minyak tanah dengan perbandingan 40 air : 1 minyak).
  • Penggunaan  insektisida anjuran apabila ditemukan gejala serangan sundep diatas 10 persen, pengendalian hanya dilakukan pada spot - spot serangan.
  • Pengumpulan Kelompok telur, kelompok  yang terkumpul dipelihara dan parasit yang mungkin keluar dilepaskan kepersawahan
  • Apabila pengumpulan Kelompok telur tidak mungkin dilakukan dan atau serangan sundep   >   10 % tergatung varietas dilakukan pengendalian korektif dengan mengunakan insektisida efektif yang diizinkan  secara "SPOT TREATMEN " hanya ditempat serangan.
  • Penggunaan insektisida anjuran apabila ditemukan gejala sundep > 10 %. Insektisida efektif yang dianjurkan diantaranya yang berbahan aktif :
  • Bensultaf, karbofuran, amitraz, fipronil dan dimehipo.
  • Penangkapan ngengat dengan mengunakan lampu perangkap.
  • Eradikasi selektif tanaman terserang dengan pencabutan / pemusnahan beluk segar sampai bagian bawah malai untuk menekan populasi larva

       Tanaman Tua

Fase Generatif (sejak Primordia s/d Panen) :

  • Pencabutan tanaman yang menunjukan gejala beluk, diharapkan dapat menekan tingkat kerusakan dan populasi larva yang akan menjadi ngengat..
  • Penyabitan tanaman serendah mungkin sampai kepermukaan tanah pada saat panen
  1. Apabila pada Akhir Musim Kemarau terjadi serangan beluk penggerek batang padi putih (PBPP), maka panen harus dilakukan dengan cara  memotong batang padi rata dengan permukaan tanah
  2. Apabila mungkin pengolahan tanah pertama dilakukan pada seluruh areal / lahan sawah, kemudian baru membuat persemaian, atau sebar benih dilakukan setelah penerbangan ngengat berakhir, agar siklus hidup terputus.
  3. Kunci penting : waspadai adanya ngengat di persemaian, lakukan pengumpulan kelompok telur dan ngengat di persemaian secara serentak massal dan berulang ulang.
  4. Hasil pengumpulan kelompok telur (dari persemaian dan pertanaman vegetatif) setempat atau dari lokasi lain diinkubasikan dalam bumbung bambu, dalam beberapa hari parasitoid muncul dari kelompok telur dan terbang (pemanfaatan musuh alami)
  5. Penggunaan insektisida: apabila gejala serangan sundep muncul di persemaian gunakan insektisida butiran (contoh bahan aktif karbofuran 3 G; untuk persemaian seluas 500 M2 sebanyak > 4 kg).
  6. Apabila masih dijumpai kelompok telur pada fase vegetatif lakukan pengumpulan kelompok telur dan pemanfaatan musuh alami, apabila masih terjadi sundep > 6 % lakukan aplikasi insektisida butiran secara lokal pada rumpun bergejala (contoh : taburi insektisida butiran sebanyak + 3 gram/M2) ( sumber Penggerek batang padi putih (PBPP)DARI POSTER PBP Ditlin 2003             

infoopt.com

.