Sitemap
Versi cetak
 
Terakhir Update:
April 28. 2012 02:01:17
 
 
 
 

Break News

Informasi lembagaku

Sedikit tentang lembagaku.....

STRATEGI OPERASIONAL BPTPH PROV. JAWA BARAT;

  1. Pengawalan pertanaman yang intensif melalui pemantapan sisteM pengamatan, peramalan, serta pengendalian OPT dan DFI.
  2. Pemantapan sistem informasi OPT dan pelaporan perlindungan tanaman.
  3. Meningkatkan analisis data OPT Utama untuk penyusunan peramalan/ perkiraan OPT dan rekomendasi pengendalian.
  4. Memasyarakatkan PHT melaluii SLPHT, diseminasi dan sosialisasi.
  5. Mengembangkan teknologi pengedalian OPT dan budidaya ramah lingkungan rekomendasi pengendalian.
  6. Optimalisasi fungsi instalasi PPOPT laboratorium Kimia Agro sebagai pusat pemasyarakatan  PHT, diseminasi teknologi perlindungan tanaman dan uji mutu formulasi dan residu pestisida
  7. Menumbuhkembangkan kelembagaan perlindungan tanaman di kelompok petani.

Sekilas info lembagaku

Pada awal berdiri tahun 1978 merupakan UPT Ditjen Peranian tanaman pangan dengan nama BALAI PROTEKSI TANAMAN PANGAN IV . Tahun 1994 menjadi UPT BALAI PROTEKSI TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA IV.  Tahun 1999 – 2000 telah diserahkan UPT Balai Poteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura IV (BPTPH IV) kepada Daerah Provinsi Jawa Barat (UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000),   Sejak tahun 2002 ditetapkan SEBAGAI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS (UPTD) PADA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN PROVINSI JAWA BARAT (PERDA nomor 5 tahun 2002 tanggal 12 april 2002) visi SEBAGAI PELAKSANA HANDAL LAYANAN INFORMASI DAN TEKNOLOGI PERLINDUNGAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA DI JAWA BARAT Motto “OPT TERKENDALI LINGKUNGAN LESTARI”

Misi : Menjadikan BPTPH sebagai pusat informasi data perkembangan OPT tanaman pangan dan hortikultura serta dampak fenomena iklim.  Mewujudkan pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) sebagai petugas profesional dan mitra terdepan dibidang perlindungan tanaman h. Mengembangkan dan mendiseminasikan teknologi perlindungan tanaman pangan dan hortikultura lokal spesifik dan ramah lingkungan berbasis PHT .  Menumbuhkembangkan kelembagaan perlindungan tanaman di tingkat petani j. Memberikan perlindungan kepada petani dan konsumen dari akibat samping penggunaan bahan kimia.

Tujuan :  a. Memberikan pelayanan kepada masyarakat dibidang informasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), Dampak Fenomena Iklim (DFI), pengendalian OPT serta pengawasan pupuk dan pestisida. b.Memasyarakatkan penerapan Sistem PHT yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. C.Mengurangi tingkat kerugian/penurunan produktifitas akibat serangan OPT. d.Memantapkan peran kelembagaan perlindungan tanaman. e. Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) perlindungan tanaman. f. Melaksanakan pengawasan peredaran, penggunaan pestisida ditingkat kios dan petani.

Sasaran  : Tersedianya data dan informasi OPT, DFI dan teknologi perlindungan tanaman g. Meningkatnya pelayanan kepada masyarakat dalam hal informasi OPT. h. Menurunnya tingkat kehilangan hasil akibat serangan OPT. i. Terlaksananya gerakan pengendalian OPT atas dasar rekomendasi pengendalian OPT, pemanfaatan agens hayati dan pengawasan pupuk dan pestisida. j. Meningkatnya kesadaran petani dalam penerapan PHT. Bentuk, jenis dan tipe layanan Bentuk layanan : (1) Data OPT, DFI dan pestisida, (2) Teknologi pengendalian OPT dan (3) Bimbingan tehnis. JENIS

LAYANAN DI BPTPH MELIPUTI : (1) Informasi data perkembangan OPT dan DFI, (2) Rekomendasi pengendalian OPT tanaman pangan dan hortikultura, (3) Bimbingan teknis pengendalian OPT pangan dan hortikultura dan (4) Bantuan teknis pengendalian OPT pangan dan hortikultura

JENIS LAYANAN DI INSTALASI MELIPUTI: (1) Informasi data perkembangan OPT dan DFI, (2) Diagnosis dan identifikasi OPT, (3) Rekomendasi pengendalian OPT tanaman pangan dan hortikultura, (4) Pengembangan dan pemasyarakatan teknologi ramah lingkungan berbasis PHT dan (4) Bimbingan teknis pengendalian OPT pangan dan hortikultura Tipe layanan : (1) Proaktif dan (2) Responsif

TUGAS POKOK DAN FUNGSI Tugas Pokok : • Melaksanakan sebagian fungsi dinas pertanian tanaman pangan dibidang konservasi dan pelestarian, dan dalam rangka melaksanakan tugas tersebut balai mempunyai fungsi pengelolaan dibidang proteksi tanaman pangan dan hortikultura Fungsi / rincian tugas : • Melaksanakan teknis operasional proteksi tanaman padi, palawija, hortikultura dan aneka tanaman • Melaksanakan teknis operasional informasi organisme pengganggu tanaman padi, palawija, hortikultura dan aneka tanaman, serta informasi iklim dan bencana alam. • Melaksanakan teknis operasional pengawasan mutu dan residu serta pemantauan dampak penggunaan pestisida. • Melaksanakan teknis operasional pengendalian organisme pengganggu tanaman padi, palawija dan hortikultura.

HASIL KEGIATAN, . Pelayanan Informasi Data OPT dan DFI Hasil pengamatan OPT mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, wilayah dan Provinsi berupa laporan dua mingguan, bulanan, musiman dan tahunan, ditemukan lebih dari 30 jenis OPT padi, 125 jenis OPT palawija, 123 jenis OPT sayuran dan 101 jenis OPT buah-buahan dan biofarmaka. Pelayanan informasi OPT dan DFI telah dilaksanakan melalui kegiatan reguler dan insidentil. Secara Reguler ditujukan : Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Direktorat Perlindungan Hortikultura. Sedangkan secara `insidentil : Petani / kelompok tani, Perguruan tinggi, Perusahaan swasta,dan stake holder lainnya. Jenis data lain yang disampaikan seperti teknologi pengendalian OPT, peringatan bahaya, rekomendasi pengendalian, Analisa kehilangan hasil, ramalan dan Upaya antisipasi penanganan DFl. (11). Pemantapan Pengamatan dan Peramalan, Pengendalian OPT  Melaksanakan pengawalan lapangan melalui pengamatan OPT tanaman pangan hortikultura dan DFI di 592 Kecamatan.  Perancangan metodologi pengamatan  Surveylance OPT, identifikasi dan diagnosis OPT  Pemetaan sebaran serangan OPT dan DFI  Penguatan data base OPT  Pengembangan jaringan sistem informasi perlindungan (OPT/DFI) (12). Pengembangan Teknologi Perlindungan tanaman ramah lingkungan (PHT) Upaya pengembangan teknologi pengendalian OPT yang ramah lingkungan dengan memasyarakatkan penggunaan agens hayati dan pestisida nabati ditingkat petani.

Diantaranya berupa kegiatan: (1) Penyerbarluasan informasi teknologi perlindungan, (2) Pengembangan agens hayati, pestisida botani, biokompos, eksplorasi bahan pengendalian OPT alami, parepot, SRI dan pertanian organik. Hasil binaan Petugas POPT dan Instalasi PPOPT hingga kini telah mencapai 370 kelompok binaan pengembang/menerapkan agens hayati/pestisida nabati se Jawa Barat. (13). Peningkatan Sumber Daya Manusia  Pelatihan Petugas Pelatihan petugas tujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan serta keterampilan petugas agar dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan ketentuan, anggaran bersumber dari APBN dan APBD untuk mewujudkan Pembangunan Pertanian khususnya subsektor tanaman pangan dan hortikultura di Jawa Barat  Pelatihan Petani Pelatihan petani bertujuan agar petani mau dan mampu menerapkan teknologi pengendalian OPT yang ramah lingkungan sesuai rekomendasi pada kegiatan usahataninya. Kegiatan peningkatan SDM ini berupa worshop, magang, pembekalan, pelatihan, diseminasi, seminar, gelar teknologi, SLPHT dan rekruitment petugas POPT. (14). Pengembangan kelembagaan perlindungan tanaman Pengembangan kelembagaan perlindungan dilaksanakan melalui kegiatan : (1) Penguatan desa PHT, (2) Pengembangan POS pelayanan agens hayati tk wilayah, kabupaten, kecamatan, desa dan kelompok tani, (3) Forum apreasiasi petani alumni SLPHT k wilayah, kabupaten, (4) Forum petani pengembang agens hayati, organik, biokompos, (5) Forum perencanaan petani PHT, dan (6) Klinik tanaman diadakan di masing masing Instalasi PPOPT yang bertujuan sebagai wadah untuk melayani keluhan/kesulitan/permasalahan petani/kelompok tani dan masyarakat dalam menanganikerusakan yang diakibatkan oleh OPT pangan dan hortikultura. Pelayanan berupa konsultasi pestisida, teknologi pengendalian, diagnosis/identifikasi OPT, bimbingan teknis, informasi data perkembangan OPT/DFI. (15). Gerakan/ Penanggulangan/Pengendalian OPT Upaya mengurangi meluasnya serangan OPT penting diadakan gerakan massal pengendalian OPT penting pangan dan hortikultura di daerah endemis serangan OPT dengan melibatkan petani, tokoh masyarakat, kelompok tani, aparat desa/kecamatan serta dinas pertanian kabupaten.

Tujuan kegiatan : (1) Meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan petugas dan petani dalam pengendalian yang mengacu PHT, (2) Petani mau dan mampu melaksanakan teknologi pengendalian yang dianjurkan, (3) Menekan tingkat serangan sampai di bawah ambang ekonomi sehingga kehilangan hasil dapat diminimalkan, serta menjadi kelestarian lingkungan terjaga. (16). Pengawasan Pestisida Untuk membantu petani agar terhindar dari penggunaan pestisida tidak terdaftar, dipalsukan, diwadahkan kembali dan pengepakan lainnya.

BPTPH turut berperan dalam menyelesaikan kasus-kasus pestisida yang ditemukan tersebut antara lain : Pestisida tanpa izin dan tidak terdaftar, Pestisida tanpa label, Pemalsuan dan pewadahan kembali Serta memberikan bimbingan penyuluhan penggunaan pestisida secara benar dan bijaksana, melalui kegiatan pengawasan, peredaran, penggunaan dan penyimpanan pestisida serta uji mutu pestisida,pupuk dan produk pertanian dan uji residu pestisida, kimia tanah dan kualitas air di instalasi laboratorium kimia agro. (17). Sarana dan prasarana perlindungan Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya BPTPH didukung oleh 5 Instalasi PPOPT dan Wilayah kerja PTPH meliputi 17 kabupaten dan 9 kota yang terdiri dari 592 kecamatan dengan jumlah petugas POPT 389 orang serta THL-POPT 88 orang. (18). Penghargaan Yang Telah Diterima BPTPH Sejak Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat sejak tahun 1997 sampai dengan 2008 telah menerima penghargaan sebanyak 18 kali dan penghargaan yang terakhir meraih piala Citra Pelayanan Publik tahun 2008, sedangkan kunjungan Tamu dari berbagai instasi lain diluar jawa barat sebagai studi banding dan magang (sumber buku profil BPTPH Prov Jawa Barat 2009)


Pelepasan karyawan BPTPH Yang telah memasuki masa pensiun (10 orang). Dilaksanakan pada tanggal 29 November 2011, di Aula BPTPH Jabar Jl. Ciganitri II Pos Bojong Soang.


 

Submenu

 

 
 
 
 
 

 

infoopt.com
 

 

.